Rad and Colorful Vintage Store: Galeri Oma

10:06 AM

Berkunjung ke tempat yang unik dan lucu pasti sangat menyenangkan, apalagi kita juga jadi bisa berswafoto disitu untuk dipamerkan di media sosial yang kita punya. Galeri Oma adalah salah satu tempat unik dengan banyak dekorasi vintage, yang bisa kalian temukan di Yogyakarta. Saking lucu tempatnya, timku (yaitu Folksy Magazine) sempat melakukan photoshoot disitu juga lho, kalian bisa lihat di postingan behind the scene ini atau video singkat ini. Apa sih yang bikin aku jatuh cinta dengan tempat ini, dan sebenarnya tempat apa sih ini? Yuk simak interview Orchida Dianita dengan owner Galeri Oma berikut!



Bisa diceritakan sekilas tentang awal mula berdirinya Galeri Oma?
Jadi awal mula Galeri Oma berdiri sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya tahun 2016 sebelum lebaran. Konsepnya memang toko yang menjual aneka barang-barang vintage. Bisa dilihat di sini ada furnitur-furnitur vintage, koleksi piringan hitam, lemari vintage dan pernak-pernik vintage lainnya. Selain itu ada juga teras untuk tempat pengunjung bersantai dan mini kantin yang menjual minuman dan makanan ringan.

Kenapa harus vintage sih kak? Ada filosofi apa di balik barang-barang vintage itu?
Sebenernya memang karena dari dulu suka dengan sesuatu yang berbau vintage sih, selain itu filosofinya kalau barang-barang vintage kan semakin lama usianya, maka makin mahal juga harganya, jadi bisa menguntungkan juga, haha..

Oia, penasaran juga nih, kenapa namanya Galeri Oma sih kak?
Jadi awalnya dulu toko ini menjual aneka craft atau produk handmade yang dibuat oleh para lansia, alias oma-oma atau nenek-nenek. Mereka membuat kerajinan seperti dompet dan tas dari kain perca dan sebagainya. Sehingga akhirnya kepikiran ide untuk memberi nama toko ini Galeri Oma.

Berarti selain bisnis, ada misi sosial juga untuk memberdayakan para lansia ini ya kak?
Iya betul, jadi konsep Galeri Oma ini semata-mata juga ga cuma sekedar bisnis, tetapi ada juga misi sosial untuk memberdayakan para lansia. 




Wah, keren sekali. Selain itu tempatnya juga asri, ada teras/balkon di lantai 2 yang dipenuhi tanaman. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan pengunjung Galeri Oma di sini kak?
Ya betul, memang di balkon Galeri Oma ini pengunjung bisa bersantai menikmati suasana asri, duduk-duduk dan ngobrol sambil memesan minuman atau makanan ringan di mini kantin yang tersedia. Selain itu, beberapa waktu yang lalu juga sempat ada pertunjukan musik di sini dan ada kelas membatik bersama. Jadi Galeri Oma juga tempat yang terbuka untuk pertunjukan mini musik dan seni.

Kalau barang-barang yang dijual di Galeri Oma ini apakah produksi sendiri, koleksi atau hasil berburu barang-barang vintage kak?
Barang-barang yang dijual di Galeri Oma ada yang sebagian hasil berburu di tempat lain dan ada juga yang hasil produksi sendiri di bengkel Galeri Oma seperti furnitur-furnitur vintage yang sebagian besar juga custom seperti pesanan pelanggan. Karena memang omset terbesar penjualan Galeri Oma berasal dari penjualan furnitur vintage seperti kursi, meja dan lemari vintage.

Kalau customer Galeri Oma sebagian besar berasal dari mana kak?
Customer Galeri Oma berasal dari Yogyakarta dan sebagian besar berasal dari luar kota seperti Jakarta dan Bali. Galeri Oma juga menjual beberapa produk di luar kota. Dan memang kami melayani penjualan secara online maupun offline.

Apa sih cita-cita atau harapan Kak Dhimas tentang Galeri Oma kedepannya?
Saya tetap ingin menjalankan bisnis jual beli barang vintage melalui Galeri Oma ini dan selain bisnis, saya juga ingin membantu orang-orang sekitar seperti yang sudah dilakukan Galeri Oma dengan memberdayakan para lansia jadi ga melulu soal bisnis, tapi juga ada misi sosialnya.



Galeri Oma ini ternyata sudah biasa juga digunakan pengunjung untuk berfoto ria, kalau kalian sedang di Jogja atau berdomisili di Jogja dan ingin berkunjung bisa langsung kesini ya:

Galeri Oma
Jl.Monumen Jogja Kembali 51-55, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284, Indonesia
Instagram: https://www.instagram.com/galerioma

Foto oleh Luthfi Satya (dokumentasi Folksy Magazine)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe