The Art of Letting Go

4:56 PM


"Melepas itu mewah. Layaknya tembang salah satu film animasi Frozen, yang pernah hits, Let It Go. Tangan yang selalu sibuk menggenggam, akan melewatkan banyak hal lain yang bisa diraba. Sibuk mengidentifikasikan diri dengan pikiran-pikiran atau benda-benda yang melulu itu, atau bahkan konsep-konsep yang usang, menjadi terjerat dan terbelenggu, menghilangkan kesempatan untuk melihat ada banyak yang lain diluar itu dan hanya itu.

Tangan yang selalu penuh tidak menciptakan ruang kosong bagi yang baru yang ingin singgah. Tak ayal lagi, ritme yang monoton dan satu warna mendominasi keseharian, karena yang ada digenggaman cuma dan selalu itu."

Tulisan diatas aku temukan di status facebooknya kakak angkatanku (mas Thesada) dulu di fakultas Psikologi. Waktu membaca status panjang itu aku langsung terhenyak, ternyata ada ya keuntungan dari "melepaskan sesuatu". Selama ini aku sedang berjuang dengan istilah "let it go", yaitu merelakan untuk tidak lagi meneruskan penerbitan Folksy Magazine. Mencari apa saja yang bisa membuatku nyaman dengan berani melepaskan sesuatu. Berbagai tips aku baca, film inspiratif aku tonton, aku pun mengikuti yoga. Bahkan sampai menyimpan status Nina Moran (Founder GoGirl Magazine) tentang jangan takut dengan perubahan untuk menyemangati diriku sendiri melewati proses melepaskan. Lho sebentar, apa hubungannya "let it go" dengan perubahan? Tentu sangat berhubungan, karena ketika kita melepaskan sesuatu, hidup kita akan berubah. Tidak sama lagi seperti waktu kita masih memiliki/menggenggam sesuatu itu.




Kenapa melepaskan menjadi hal yang menakutkan bagiku? Karena aku berpikir (dan mungkin kalian juga memiliki alasan yang sama): 

1. Aku jadi harus "membuang" semua hal yang sudah aku bangun susah payah dari nol
Aku mulai membuat Folksy Magazine dari tahun 2014. Kukerjakan sejak menjadi single fighter, memiliki tim kecil, hingga memiliki tim besar. Sampai Februari 2019 Folksy juga telah memiliki lumayan banyak penggemar yang masih menantikan majalah Folksy terbaru terbit. Sampai dititik seperti ini tentu tidaklah mudah, dan untuk dilepaskan begitu saja tidaklah mudah untukku.

2. Aku tidak tahu lagi apa yang akan kulakukan selanjutnya jika aku melepasnya
Aku sempat berpikir: "aku akan ngapain lagi ya kalau aku sudah tidak menjadi editor sekaligus creative director Folksy? apa aku akan menganggur? apa lagi yang aku bisa?" dan pikiran itu selalu menghantuiku

3. Aku tidak tahu apakah aku bisa menerima perubahan yang terjadi sebagai dampaknya.
Sebelum temanku menulis tentang Bagaimana Cara Berdamai Dengan Perubahan (aku posting diartikel sebelumnya di sini), aku sama sekali tidak ada bayangan apakah bisa beradaptasi dengan perubahan. Yang dulu seperti ini akhirnya tidak sama lagi. Bagaimana bisa aku menerima kondisi baru yang asing bagiku? 

Status mas Thesa itu benar-benar memperjelas pandanganku selama ini. Ternyata melepaskan tidak terlalu menakutkan karena tanpa aku sadari banyak hal baru yang sedang aku kerjakan sekarang. Aku menjadi memiliki "ruang" untuk mengisinya dengan sesuatu yang dulu tidak pernah bisa aku "sentuh" karena terlalu sibuk dengan kerjaan Folksy Magazine. Salah satu contohnya adalah blog ini. Kalau merunut frekuensi postingannya, di bulan Agustus ini adalah bulan yang paling produktif. Banyak artikel yang aku tulis dan aku posting. Aku pun masih memiliki beberapa judul konten artikel yang sedang kutulis untuk bulan depan, dan rencana konten video untuk Youtubeku juga. Ide mengalir begitu saja, tetap sama seperti dulu sewaktu masih menjadi creative director. Yang membedakannya adalah sekarang tidak dibatasi oleh media (kalau dulu hanya untuk di majalah Folksy), sehingga aku bisa mencoba menggunakan media lain dan belajar menggunakannya. Aku juga jadi bisa mengeksplor kemampuanku, misalnya menulis artikel dengan tema yang jarang kutulis, belajar membuat video sendiri karena dulu waktu masih punya tim aku hanya terima jadi saja, dan masih banyak lagi.

Hidup terus berjalan, akan selalu ada momen dimana banyak hal baru datang dan ada hal lain yang harus kita lepaskan. Percaya saja bahwa segala sesuatu pasti ada prosesnya :) Semoga pengalamanku ini bisa bermanfaat untuk kalian yang sedang dalam proses "melepaskan" ya. Goodluck!  


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe