Are You A Follower or A Trendsetter?

6:11 PM


Aku pernah diundang untuk memberikan presentasi tentang bisnis kreatif di acara komunitas di Yogyakarta. Ada satu pertanyaan dari peserta acara yang juga (sebenarnya) sering sekali aku dengar dari anak muda yang ingin memulai bisnis kreatifnya, yaitu: "kak, untuk memulai bisnis baiknya kita membuat produk yang lagi populer atau tidak? Kan pas itu momennya, karena sedang populer jadi pasti dicari orang". Aku berpikir lumayan keras untuk menjawab pertanyaannya. Ada benarnya juga sih, memulai sesuatu dengan yang spektakuler biar dilirik orang dulu. Pasti kalian juga sempat berpikiran seperti itu. Tetapi apakah dengan cara itu akan menjanjikan untuk bisnis kedepannya?

Aku teringat ada beberapa teman crafter yang dulu berjualan produk yang sedang populer di jamannya, yaitu produk bertemakan owl (burung hantu). Dulu owl sempat naik daun dipopulerkan oleh Puwi dari Ideku Handmade. Begitu owl populer, langsung saja semua orang membuat produk burung hantu, entah itu berupa bantal, boneka, gantungan kunci, dan masih banyak lagi macamnya. Sempat jengah juga waktu melihatnya karena bosan. Dimana-mana orang berjualan produk burung hantu, mereka hanya mengganti warna dan bahan yang digunakan tetapi bentuknya tetap sama semua. Sekarang produk bertema burung hantu mulai tidak begitu populer lagi (terlihat dari handmade market yang sudah jarang kita temui orang menjualnya), crafter yang dulu aku lihat banyak membuat produk itu juga sudah tidak terlihat lagi. Mereka kemana? Ada beberapa yang akhirnya bikin produk dengan tema lain, ada yang akhirnya berhenti karena mungkin sudah tidak memiliki ide untuk membuat produk lain selain burung hantu. 

Kita kadang lupa bahwa bisnis kreatif itu harus selalu memiliki ide baru, tiap bulan akan ada masanya tren itu berubah, dan kita butuh sesuatu yang baru, yang segar, yang akan menjadi tren berikutnya. Selain itu dalam berbisnis kita juga harus memperhatikan kelangsungannya dalam jangka waktu yang panjang. Tren tidak akan bertahan lama, sedangkan bisnis kita perlu untuk bertahan lama. Tentu hal ini akan menjadi pemikiran lebih lanjut sebelum memutuskan untuk mengambil pilihan. Itu jika kita memang mau serius membangun bisnis ya. Pilihan untuk mengambil keputusan membuat produk yang sedang populer atau tidak, itu berdasarkan keinginan kita mau dibawa kemana bisnis kita. Jika kita ingin bisnis bisa bertahan dalam waktu lama, kita bisa menyingkirkan ego kita terlebih dahulu untuk ikut-ikutan dalam tren. Fokus pada apa yang ingin kita bikin, beri karakter pada brand agar memudahkan orang mengenali produk kita, dan usahakan konsisten pada produk tersebut. Pada akhirnya nanti kita tidak akan bersusah payah ikut-ikutan membuat produk yang sedang populer agar produk kita ikut laku, tetapi bisa saja malah produk kita yang akan menjadi trendsetter atau menciptakan tren jika produk sudah "kuat" di pasaran.

Lalu bagaimana jika sudah kuat di produknya, apakah boleh mengikuti tren? Nah kalau begini boleh banget dong. Jika kalian pebisnis yang ingin memanfaatkan momen, kalian bisa mengambil strategi itu. Tetapi ada bagusnya untuk tetap menggunakan karakter brand kalian untuk mengemasnya, karena selain bisa terlihat berbeda dari produk lain yang bertema sama, kita tidak kehilangan karakter saat tren tersebut berakhir. Jadi gimana, mau memulai berjualan dengan mengikuti tren (jadi follower) atau menjadi trendsetter?


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe