Pelem Ukulele: Ukulele dari Pohon Mangga

12:32 PM

Berawal dari kebutuhan untuk menggunakan ukulele yang bagus sebagai keperluan tampil, Ogi vokalis band folk indie Jogja bernama Answer Sheet, beserta teman-temannya memutuskan untuk membuat alat musik ukulele sendiri di tahun 2010. Ide tersebut tercetus tetapi belum serta merta diikuti dengan keahlian membuat ukulele yang memadai maupun alat pembuatannya dan studio tempat mereka akan mengerjakannya. Semua bisa dibilang nekat dan keinginan yang kuat untuk belajar. Tidak heran mereka sempat menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk bereksperimen hingga mampu membuat ukulele yang bagus dan sesuai standard.

Tepatnya di tahun 2014 mereka akhirnya memiliki studio sendiri di daerah Ngipiksari, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pertama kali aku dan tim datang ke studionya Pelem Ukulele aku sempat tersesat karena selain lumayan jauh dari studioku, studio mereka berada di dalam pemukiman yang aku jarang kunjungi. Rumah limasan dengan dinding kayu menjadi pilihan studio Pelem Ukulele, dan semua proses produksi ada di rumah tersebut. Setiap sudut berantakan tetapi sangat menarik, kita benar-benar bisa melihat proses kreatif mereka membuat ukulele from scratch. Luar biasa!



Seperti namanya, yaitu Pelem Ukulele (pelem dalam bahasa Indonesia yang berarti buah mangga), ukulele yang mereka bikin kebanyakan menggunakan kayu pohon mangga, meskipun ada beberapa juga yang menggunakan kayu pohon akasia. Selain mudah didapatkan, ternyata kayu pohon mangga dan akasia juga bagus untuk dijadikan bahan pembuatan ukulele.


Saat ini Pelem Ukulele tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga sudah bisa merambah pasar luar negeri. Melalui penjualan online di Instagram yaitu @pelemukulele, kita bisa melihat banyak jenis ukulele yang mereka bikin dengan desain yang sangat menarik. Saat ini Pelem Ukulele terdiri dari 3 orang yang mengerjakannya, dan setiap bulannya mereka bisa memproduksi minimal 20 buah ukulele. Tidak puas dengan hanya membuat ukulele, Ogi mengungkapkan keinginan Pelem Ukulele kedepannya untuk memproduksi alat musik lain, serta keinginan untuk bisa memiliki toko offline sendiri atau setidaknya bisa menjual secara retail di beberapa toko.


Sebelum kami berpamitan, tak lupa Ogi memainkan satu lagu dengan memainkan ukulelenya (dan sempat kami abadikan). Wah benar-benar kunjungan yang berkesan.


Foto dan video: dokumentasi Folksy Magazine

You Might Also Like

0 comments

Subscribe