Tutorial: Dyeing Kain Pakai Alpukat

11:44 AM

Natural dyeing saat ini sedang populer di kalangan pecinta craft dan batik. Banyak orang sudah mulai sadar untuk belajar pewarnaan bahan alami dan menggunakannya untuk membuat produk mereka. Selain bisa menambah nilai jual pada barang, penggunaan pewarna alam ini juga aman untuk lingkungan. Kalau ditanya, "kita bisa menggunakan tumbuhan atau buah apa saja untuk dijadikan pewarna alam?", tentu saja jawabanku: semua tumbuhan yang ada di dunia ini bisa digunakan. Nggak usah jauh-jauh atau mencari pohon yang hanya ada di tutorial natural dyeing-nya orang bule (karena kadang ada tumbuhan yang memang susah didapat di Indonesia), lihat saja sekitar tempat kita. Apakah ada pohon mangga? alpukat? mahoni? rambutan? itu semua bisa dipakai lho. Salah satu contoh yang akan aku bikin di tutorial ini adalah pewarna alam menggunakan alpukat. Kebetulan tetangga di dekat studio Folksy (yang lama) memiliki pohon alpukat, jadi bisalah diminta daun atau buahnya ;) Oke langsung saja yuk kita bikin tutorialnya!


Alat dan bahan:
- kain blacu (kalau bisa yang sudah dimordan biar warnanya bisa menyerap di kain)
- air ekstrak pewarna alam alpukat, bisa bikin sendiri dengan merebus kulit alpukat kering sampai tersisa ekstraknya atau beli saja yang sudah jadi (bisa beli di Toko Wiloka)
- kapur, tunjung, dan tawas untuk fiksasi (bisa dibeli di toko bahan batik atau toko bangunan)
- 5 mangkuk plastik
- sarung tangan (optional ya, kalau kulit kalian sensitif). Aku sendiri pakai sumpit di tutorial
- air bersih
- masker (optional juga, jika kalian tidak tahan bau ekstrak pewarna alamnya. Jujur ekstrak alpukat ini baunya seperti kotoran hewan :( )

Cara membuat:
1. Siapkan air ekstrak pewarna alam terlebih dahulu di mangkuk plastik. Fiksasi (tawas, tunjung, dan kapur) diberi air di masing-masing mangkuk. Karena aku hanya bikin sedikit jadinya tawas, kapur, dan tunjung yang aku pakai juga cuma sedikit, kira-kira 1 sendok makan.


2. Kain yang sudah siap dicelupkan ke air bersih dulu lalu dimasukkan di mangkuk air ekstrak pewarna alam. Rendam hingga warna meresap di kain


3. Angkat kain yang ada di mangkuk air ekstrak pewarna, peras, lalu masukkan di mangkuk fiksasi. Ingat ada 3 fiksasi yang kita siapkan yaitu kapur, tawas, dan tunjung. Kalian bisa memasukkan satu-satu untuk mencobanya. Kalau susah mendapatkan ketiga fiksasi itu, kalian bisa menggunakan salah satunya saja. Aku menggunakan 3 fiksasi karena ingin mencoba menggunakan dan melihat warna yang dihasilkan dari ketiga fiksasi tersebut.


Disini kalian bisa melihat perbedaan warna sewaktu dimasukkan ke mangkuk fiksasi. Tawas tetap mempertahankan warna asli dari pewarna alpukat (paling kiri di foto), kapur membuat warna menjadi merah muda (yang bagian tengah), sedangkan tunjung membuat  warna menjadi lebih hitam/tua (lihat foto yang sebelah kanan). Kegunaan fiksasi ini adalah untuk mengunci warna sekaligus menguatkan warna.

4. Kalau sudah puas dengan hasilnya, angkat kain, peras lalu masukkan ke air bersih lagi baru dijemur.


Hanya dengan 1 air ekstrak pewarna alam alpukat dan 3 jenis fiksasi ternyata bisa bikin 4 warna ya. Ini belum kalau kita eksperimen lagi menggunakan beberapa fiksasi berbeda pada 1 kain. Seru dan mudah sekali bukan? Lain kali aku akan membuat tutorial ini lagi tetapi menggunakan air ekstrak pewarna alam lain, misalnya mangga atau rambutan. Kita akan lihat warna yang dihasilkan seperti apa. Kalau kalian penasaran, tetap update terus blog aku ya :)


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe