How To Accept Yourself And Be Happy

1:46 PM


Masa remaja adalah masa dimana kita mencari eksistensi diri. Berkumpul dan mengerjakan kegiatan seru bersama kelompok atau geng yang asik, dikenal oleh banyak orang, mendapat perhatian dari lawan jenis, dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana jika semua hal tersebut tidak kita dapatkan karena kita merasa berbeda dengan kelompok, dan merasa tidak diterima oleh kelompok karena kita memiliki kekurangan? 

Ini juga yang dulu pernah aku alami saat menginjak sekolah menengah pertama (SMP), aku merasa memiliki banyak kekurangan yang akhirnya membuatku kurang percaya diri, bahkan untuk menerima diri sendiri pun sulit. Aku tidak memiliki banyak teman saat itu, aku juga sama sekali tidak mengikuti satupun kegiatan sekolah. Hari-hariku cuma diisi dengan berada di rumah membaca majalah remaja, Gadis dan GoGirl!, oya aku juga cuma punya 2 sahabat pena yang aku sendiri tidak pernah bertemu. Malulah kalau bertemu. Pernah ada waktu dimana salah satu sahabat penaku dari Bandung yang datang ke Jogja dan mengajakku untuk bertemu, tetapi aku memberi banyak alasan untuk tidak bertemu karena aku tidak percaya diri. Bagaimana jika nanti akhirnya dia tidak menyukaiku? apakah kita akan masih bisa saling bercerita melalui surat? Pikirku seperti itu dulu. Singkat kata, akhirnya aku ingin mengubah diriku, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa besok SMA aku harus memiliki banyak teman, mengikuti banyak kegiatan, dan banyak hal yang tidak aku lakukan di masa SMP-ku. Benar saja, di SMA aku memiliki banyak teman, geng, ikut kegiatan sekolah (tonti, les komputer, teater). Tunggu dulu! Bagaimana hal itu bisa terjadi? apakah akhirnya ada keajaiban datang yang membuatku menjadi percaya diri? Tidak, tidak ada keajaiban sama sekali.  Tidak ada fairy good mother seperti di kisah Cinderella yang mengubahku menjadi orang yang sempurna seperti puteri raja. Hal yang aku lakukan hanyalah berani untuk menerima diriku sendiri apa adanya, dengan perbedaan dan kekurangan yang aku miliki.


Menerima diri sendiri itu sangat penting. Kenapa? Karena dengan menerima diri (self-acceptance) kita bisa mendapatkan banyak hal positif untuk diri kita yaitu: menjadi percaya diri (confidence), bisa mencintai diri sendiri (self-love), bisa menghargai diri sendiri (self-esteem), dan berani menjadi diri sendiri. Wow sebesar itu ya dampaknya? Iya dong! 

Nah sekarang, bagaimana prosesnya? Apakah secepat itu? Apakah mudah? Tentu yang namanya proses itu tidak mudah. Banyak hal yang harus aku ubah, yaitu dari diriku sendiri. Caraku memandang diriku. Beberapa hal yang akhirnya kulakukan untuk mengubah cara pandangku terhadap diriku sendiri sehingga aku bisa menerima diriku seutuhnya, antara lain dengan:

Forgive yourself
Memaafkan diri kita sendiri karena kita berbeda. Kita memiliki kekurangan yang sebenarnya orang lain pun juga sama. Kita selalu menuntut diri sendiri untuk bisa "sama" dengan orang lain, dan jika hal itu tidak berhasil, kita pasti sedih, marah, dan sakit hati. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi. Be kind to yourself, nggak papa kalau kita tidak bisa memiliki/melakukan seperti yang orang lain punya/ lakukan.  

Write gratitude lists
Kalian tahu tidak kalau sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita syukuri pada diri kita lho, kadang kita sendiri tidak sadar karena terlalu disibukkan untuk memikirkan kekurangan yang kita miliki. Mari kita ubah hal itu dengan menuliskan apa saja hal yang hebat dari diri kita dan patut kita syukuri. 

Focus on the good 
Setelah kita menuliskan apa saja hal hebat dari diri kita, saatnya kita fokus pada hal yang hebat itu. Dulu aku kira semua orang tidak mau berteman dengan diriku karena kekuranganku, tetapi nyatanya mereka sama sekali tidak peduli/menyinggungnya, karena aku juga tidak pernah memedulikan kekuranganku itu. Aku terus fokus pada hal-hal yang aku merasa bagus/hebat yang bisa aku lakukan. Secara otomatis orang-orang juga akan menerima diri kalian apa adanya karena kalian sebenarnya adalah orang yang spesial. Dan kita pun menjadi lupa kalau kita memiliki kekurangan :)

Learn about your individual quirks
Perbedaan atau kekurangan yang kita miliki bisa kita gunakan sebagai keunikan kita lho. Untuk tahap ini kita harus bisa tahu tentang diri kita sendiri. Apa hal yang selama ini kita anggap sebagai "kekurangan" yang ternyata malah menguntungkan atau menjadi ciri khas yang hanya kita yang punya.


Waktu akan berjalan dengan sangat cepat, apa yang kita pikirkan tentang kekurangan yang ada pada diri kita akhirnya tidak akan menjadi gangguan untuk bisa bahagia. Kalau masih tidak bisa menemukan teman yang belum bisa melihat keistimewaan pada diri kita dan menerima kekurangan kita, abaikan saja, cari teman baru yang pasti akan membuat kita bahagia. Selamat berproses! :)


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe