Interview: Girl Bosses From Evete Naturals Talk About Run a Business

1:42 PM

Kalau kalian sedang kumpul dengan sahabat biasanya ngapain aja sih? Melakukan aktivitas yang sama-sama disukai sepertinya menyenangkan ya, apalagi jika dari hal tersebut kalian bisa membangun bisnis bersama. Seperti ketiga perempuan ini: Erna Choeriyah, Vania Tiffany, dan Triska Untari yang punya kecintaan sama terhadap produk-produk skincare sejak kuliah. Rasa ingin tahu yang tinggi pada dunia skincare dan make up, membuat ketiga perempuan ini skeptis akan berbagai bahan baku yang digunakan dalam beragam produk. Sadar bahwa banyak dari produsen besar menggunakan bahan yang sebenarnya tidak berguna untuk kesehatan kulit, pada tahun 2014 tiga teman sepermainan ini kemudian memulai sebuah brand bernama Evete Naturals.

Berawal dari keresahan tersebut, Evete menjadi sebuah skincare brand yang menawarkan produk dengan bahan baku natural dan efektif untuk merawat kulit. Bukan cuma wangi atau terasa enak di kulit saja. Nah, kalau selama ini produk seperti itu yang kamu cari-cari, cek saja di akun Instagram @evete_naturals. 

Untuk kalian yang ingin tahu lebih dekat dengan siapa saja yang ada dibalik brand Evete Naturals, tim kreatifku sempat mengobrol dengan salah satu owner  Evete Naturals, Vania, untuk bercerita banyak soal bisnis yang dibangun bersama 2 sahabatnya, Erna dan Triska. Yuk kita simak bersama! Oya interview ini juga pernah dimuat di majalahku yaitu Folksy Magazine edisi 16.


Kenali keahlianmu dan sahabatmu
Kedekatan dengan sahabat, membuat kita jadi mengenal kelebihan dan kekurangannya. Itulah yang menurut Vania, membuat owner Evete Naturals merasa tidak kesulitan dalam brain storming, dan membagi tugas. Tetapi, walaupun sahabatan bukan berarti ide, sudut pandang, dan cara berpikir sama persis dong? Bisa jadi, kita dan sahabat punya keahlian atau kekhususan yang berbeda-beda. Nah, justru itu adalah kelebihannya.

“Erma analisisnya oke, jadi dia pegang bagian keuangan dan produksinya, sedangkan saya (Vania) suka public speaking, analisis pasar dan punya taste di bagian desain, jadi saya yang bertanggung jawab untuk bagian humas dan marketing. Kalau Triska bagus dalam berpikir secara konseptual, bring up idea, jadi ia yang memegang bagian research and development. Saling mengisi aja satu sama lain.” Papar Vania.

Simple, Natural, Effective
Itulah core value yang dimiliki Evete Naturals. Ya, karena ketiga ownernya membangun bisnis ini dari keresahan yang mereka alami sebagai konsumen produk skincare, tiga core value tersebut diwujudkan dalam produk yang mereka buat. “Kami ingin bahan baku yang dipakai membuat produk itu sesimpel mungkin, tapi benar-benar alami, natural dan efektif untuk merawat kulit tubuh dan wajah. Jadi core value itu diterjemahkan ke strategi pemilihan bahan baku kami.” Ternyata, menentukan core value untuk memulai bisnis kamu itu penting ya. Bukan hanya untuk terlihat keren saja, tapi akan berpengaruh terhadap produk yang kamu hasilkan.




Menjaga idealisme produk itu nggak susah kok
Jika sejak awal telah menentukan core value, menjaga idealisme produk tidak sulit kok. Seperti Evete, secara konsisten akan terus menggunakan bahan baku alami saja untuk produk-produknya. Tetapi, Vania juga bercerita bahwa tantangan menjaga idealisme produk skincare dengan bahan alami adalah bersaing dengan kualitas produk lain. “Jadi gimana mengolah bahan alami itu jadi produk yang enak dan nyaman di kulit tanpa menggunakan filler atau bahan kimia yang sebenarnya tidak diperlukan.”

Bertumbuh bersama customer
Buat Evete Naturals, menumbuhkan bisnis bersama pelanggan itu sangat penting. Jadi, pemilik bisnis dan pelanggan bisa saling mengisi. Pertama, menentukan target konsumen. Vania dan dua sahabatnya merasa bahwa target konsumen penting agar produk yang kita buat bisa sampai ke tangan yang tepat. “Evete cukup punya banyak pelanggan tetap, nggak sedikit yang merasa cocok dengan produk sabun, atau re-purchase ketika lip balm nya sudah habis” jelas Vania.

Lalu, bagaimana menjaga loyalitas pelanggan? Bagi Evete ada dua: excellent customer services and listen to your customers. Layani pertanyaan pelanggan dengan memberikan jawaban selengkap-lengkapnya. “Ajaklah pelanggan berdiskusi, beri saran, sama-sama mencari solusinya. Lalu benar-benar dengarkan semua saran dan masukan mereka karena itu adalah sudut pandang pelanggan dan merupakan hal yang mahal dan berharga sekali untuk pertumbuhan bisnis. Jadi, harus open minded juga ya sebagai pemilik bisnis”, papar Vania.

Selanjutnya, kembangkan produkmu bersama pelanggan. Sejak awal, Evete berkeinginan untuk mengembangkan produk dan menyesuaikan pasar. Awalnya hanya merilis dua produk yaitu body butter dan lip balm, saat ini Evete memiliki beragam produk untuk eksfoliasi, sabun, dan masker wajah yang bahkan menjadi favorit konsumen.




Pesan Evete untuk pecinta skincare
Setelah belajar membangun bisnis bareng Evete, saatnya kita dengarkan pesan mereka untuk kalian para pecinta skincare, haha. Pertama, harus tahu dan mengenali tipe kulitmu dan apa yang dibutuhkan, sehingga kamu bisa bijak dalam membeli produk. Jadi, gila skincare bukan berarti semua diembat dan dicoba ya. Kedua, coba mulai mempelajari bahan baku apa saja yang tertera di produk skincare kamu. Jadi bisa mengidentifikasi misal ketika terjadi alergi, apakah memang produk skincare nya yang tidak cocok atau karena salah satu bahan yang terkandung di dalamnya saja. Ketiga, menurut Vania, investasi skincare itu sangat baik untuk jangka panjang. Tidak ada salahnya memulai merawat kulit lewat produk-produk skincare sejak awal. Tetapi ingat, investasilah yang bagus dan membeli secara bijak, be a smart buyer.


Interviewer: Angela Shinta
Photos: dokumentasi Evete Naturals 

You Might Also Like

0 comments

Subscribe