8 Hal Yang Perlu Diketahui Untuk Menjadi DIY Blogger

12:35 PM

Saat pertama kali aku mengenal blogging pada tahun 2009, keinginanku memulai menulis blog adalah karena ingin menjadi seorang DIY blogger. Aku suka sekali bebikinan dan ingin share di blog, udah itu saja. Tahun 2017 aku mulai tahu bahwa ternyata menjadi DIY blogger bisa menghasilkan. Wow dunia memang sudah berubah ya, yang dulunya hobi bisa jadi profesi. Apalagi makin kesini sudah banyak orang kreatif yang berlomba menjadi blogger profesional.


"Enak ya jadi blogger bisa dapat produk gratisan, kemana-mana dibayarin", begitu kira-kira yang sering kudengar. Hmm kalau dibilang enak sih ya enak kalau memang hobi atau kesukaannya, tapi kadang ada nggak enaknya juga. Sama seperti pekerjaan lainnya, menjadi blogger juga butuh kerja keras yang jarang terlihat oleh para pengikutnya. Kesulitan seperti mengalami creative block disaat udah dekat deadline-nya, nggak punya uang buat modal bikin konten, eksekusi konten yang gagal dan harus diulang beberapa kali, dan masih banyak lagi. 

Meskipun sekarang aku tidak lagi mengklaim diri sendiri sebagai DIY blogger, tetapi membuat tutorial DIY masih sering aku lakukan. Selama "merasakan perjalanan" menjadi DIY blogger dengan membuat konten-konten tutorial, aku belajar banyak hal. Tentunya hal tentang apa saja yang akan kita alami selama menjadi blogger. Nah, berikut hal-hal yang perlu kalian ketahui jika ingin menjadi DIY blogger juga (semoga bisa memberikan kalian sedikit pandangan dan persiapan ya).

Budget membuat tutorial
Bebikinan tentu membutuhkan uang untuk membeli alat dan bahan. Kalian akan banyak mengeluarkan uang untuk membeli perintilan yang nantinya sisa material itu (bisa juga) nggak lagi digunakan. Nah untuk mengakali hal ini kalian bisa menentukan budget per tutorial, dan lebih memberikan anggaran untuk material yang kiranya akan digunakan lagi agar tidak ada penyesalan ketika beli banyak bahan ujung-ujungnya nggak kepakai lagi. Contohnya: aku beli banyak lem fox putih karena banyak tutorialku yang akan menggunakan lem tersebut, sehingga nggak mubazir, sering dipakai, dan nggak sedikit-sedikit beli (yang malah jatuhnya lebih mahal). Jangan lupa juga untuk mulai berinvestasi pada material dasar seperti gunting, lem tembak, mesin jahit atau perlengkapan jahit, perkakas tukang, dll, karena cepat atau lambat, ketika tutorial kalian semakin oke dan eksplorasi pembuatan semakin meningkat, kalian akan membutuhkan banyak material khusus.

Luangkan waktu
Tentunya kalau kita mau membuat konten, kita harus bisa dan mau meluangkan waktu. Lama waktu yang dibutuhkan berdasarkan keefektifan kinerja kalian, bisa cuma beberapa jam atau bisa juga seharian. Untuk tutorial yang butuh waktu panjang bisa memakan waktu berhari-hari, contoh misalnya bikin karpet pompom, atau keramik. Meskipun mungkin tutorial yang akan aku bikin prediksinya hanya menghabiskan waktu yang singkat, tetapi aku tetap menjadwalkan satu hari itu full untuk bikin konten.



Trial and error (hasil akhir kadang tidak sesuai keinginan)
Yess, aku selalu berhadapan dengan hal ini. Antara apa yang sudah aku konsepkan dan coba ternyata tidak sesuai dengan keinginan alias gagal. Kalau sudah begini ya mau nggak mau kita coba bikin lagi, dan mendokumentasikannya lagi. Memang akan membuang waktu, membuang material, dan bikin males, tetapi tetap semangat aja daripada nggak ada konten hahaha. Keuntungan dari kegagalan ini kita jadi tahu trick untuk membuatnya lebih oke lagi. Biasanya kalau gagal sekali dua kali aku rehat dulu sambil memikirkan cara atau mencari tahu trick-nya gimana, trial and error terus ya jangan mudah menyerah.

Ide dan kreativitas
Harap diingat kalau tidak ada yang original di dunia ini, semua hal kita dapatkan dari hasil terinspirasi. Masalah ide membuat tutorial, bagus kalau kalian bisa bikin tutorial yang tidak sama atau belum pernah dibikin orang-orang (baik dari luar negeri atau di Indonesia), tetapi kalau semisal memiliki ide untuk bikin versi kita sendiri dari tutorial yang sudah ada itupun juga masih oke. Contohnya punyaku sendiri, kalau kalian lihat dibeberapa postingan tutorial, kalian pasti tidak asing dengan tutorial tersebut karena pasti sudah pernah melihatnya entah di Instagram, Youtube, atau Pinterest yang gudangnya kreativitas. Nah yang bikin tutorial itu menjadi baru lagi dan menarik, karena aku bikin versiku sendiri, berbeda dengan versi yang sudah ada. Karena bagaimanapun juga, nggak hanya aku, kalau kalian cari, kalian akan menemukan banyak tutorial membuat sesuatu yang sama teknisnya (step by step-nya) tetapi dengan material berbeda sesuai versi pembuatnya.

Tetap perbanyak ide dan inspirasi dengan membaca majalah atau melihat video atau blog berisi diy tutorial ya, biar tetap update juga dengan hal-hal yang sedang populer. Kalau suka membaca majalah diy tutorial dari luar negeri, kalian bisa coba membaca Mollie Makes, majalah yang semuanya berisi artikel DIY yang lucu-lucu. Rekomen banget deh!

Cari karaktermu sendiri
Di dunia ini banyak sekali orang yang suka bebikinan dan bisa dibilang mungkin ada yang sudah "tingkat dewa" kreativitasnya, jadi agar orang lebih mengenal bikinanmu ada baiknya punya karakter sendiri. Misalnya lebih spesifik pada tutorial recycle saja, atau tutorial murah yang bisa dibikin oleh ibu dan anak (sasaran pembacanya), dan masih banyak lagi.

Pahami langkah-langkah pembuatan
Hal ini tidak kalah penting karena waktu kita mendokumentasikannya menggunakan foto, kita harus tahu benar mana langkah-langkah yang penting untuk diperlihatkan dengan jelas, jangan sampai kelupaan. Misalnya: pada langkah tutorial tali yang harus diikat, foto yang menunjukkan pengikatan tali tersebut harus ada karena jika tidak ada, orang-orang akan bingung dan mempertanyakan kenapa tiba-tiba hasilnya bisa berbeda. Begitu juga saat mendokumentasikan dengan video ya.

Proses pembuatan
Nggak perlu cemas kalau cuma punya hape untuk foto, yang penting foto kamu jelas, terang, dan dan menarik. Hal ini bisa diakali dengan kondisi sewaktu pembuatan tutorial. Mulai dari background, pilih alas dengan material polos (contoh kain polos atau kertas polos) untuk membuat orang-orang yang melihat lebih fokus pada tangan dan barang yang sedang kamu bikin. Usahakan juga kalian membuat tutorial ditempat yang terang ya, kalau gelap kan susah orang lihatnya kecuali kalian bisa mengedit dan membuatnya menjadi lebih terang dan jelas. Aku sendiri biasanya mengerjakan tutorial saat siang hari di halaman belakang studioku, jadi nggak butuh tambahan lampu atau edit foto yang terlalu banyak.

Hampir ketinggalan nih yang nggak kalah penting, yaitu kita harus bikin contoh hasil tutorialnya dulu. Keuntungan dari bikin contoh, yakni selain jadi ngerti langkah mana yang akan memiliki banyak kesulitan (jadinya pas sedang divideoin atau difoto nggak kelamaan berkutat dengan tahap yang sulit tersebut alias nggak buang waktu pas hari H bikin konten), kita juga bisa menggunakan hasil akhir itu untuk cadangan kalau pas bikin tutorial ternyata malah gagal (hal ini pernah terjadi padaku haha jadi untuk pembelajaran selanjutnya saja).

Konsisten
Tidak ada keberhasilan yang terjadi secara instan, jadi tetaplah konsisten bikin tutorial kamu dan bagikan ke media sosial yang kamu miliki. Konsistensi ini penting karena selain bisa membuat orang-orang menjadi tahu bahwa kamu memiliki profesi sebagai DIY blogger (personal branding), kalau tutorialmu juga menarik, bukan hal yang mustahil untuk bisa "dilirik" banyak brand yang ingin menjadi sponsor alat dan bahan tutorial kalian.


Oke, ini dulu dari aku, semoga setelah baca tetap semangat untuk jadi DIY blogger ya haha. Mungkin kalian akan menemukan lebih banyak lagi dari pengalaman masing-masing nanti. Kerja keras menjadi kunci utama dari semua profesi yang ingin kalian ambil, jadi jangan disepelekan karena hasil tidak akan mengkhianati proses ;) Goodluck ya!


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

2 comments

  1. Wah.. Aku juga lumayan suka bebikinan kayak gini. Dulu sempet kepikiran bikin blog tentang DIY tapi gak jadi karena aku orangnya moody-an. Kalo lagi pengen ya semangat banget. Kalo gak ya goodbye.. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya aku juga kadang suka nggak mood tapi aku akalin selalu bikin banyak pas lagi mood banget bebikinan, jadi selalu punya stok :D

      Delete

Subscribe