Interview: Mom is My Girl Squad!

9:00 AM

Disclamer: Artikel ini khusus dipublikasikan di blog ini untuk memperingati hari Ibu. Sebuah interview yang menyenangkan yang pernah dituliskan untuk Folksy Magazine edisi 16. Enjoy!




Sama ibu komunikasinya lebih enak, bisa saling mengisi waktu luang. Jadi, aku menghasilkan untuk diriku sendiri, sekaligus untuk ibu.” Ujar Efrida saat Tim Folksy mengunjungi studio By Friday.

Kamu lebih suka belanja produk-produk local crafter atau dari merk yang barangnya diproduksi pabrik besar? Semakin hari, senang ya melihat local crafter bertumbuh di berbagai wilayah, termasuk Yogyakarta. Salah satu crafter yang kualitas produk dan pertumbuhannya nggak kalah oke adalah By Friday (@byfriday_). Merk lokal satu ini menjual tas berbagai model dengan ciri khas warna-warni, dari mulai waist bag, sling bag, sampai pouch. Tim Folksy sempat main ke studio By Friday dan ngobrol bareng pemiliknya, Efrida Amitasari. Kami juga melihat proses pembuatan tas By Friday yang dilakukan secara handmade.

Ada satu hal menarik ketika masuk ke studionya, ternyata By Friday dijalankan oleh pasangan ibu dan anak. Ya, tas warna-warni kekinian yang dipakai oleh anak-anak muda ini, ternyata hasil jahitan Ibu Alis, tak lain adalah ibunda Efrida sendiri.

Suara mesin jahit manual, kain yang digunting-gunting, pemandangan warna-warni memenuhi isi studio By Friday kala itu. Tim Folksy disambut ramah oleh Bu Alis dan Efrida, lalu berbincang-bincang tentang bagaimana By Friday dirintis oleh keduanya.




Kolaborasi bareng ibu itu seru
“Iseng saja awalnya, dulu aku sempat jualan baju secara online, ibu juga yang menjahit. Tapi lama kelamaan sepertinya kurang oke, akhirnya terinspirasi dari toko online di luar negeri, aku mencoba memadukan produk tas dan aksesoris.” Tutur Efrida.

Sejak lama, Efrida suka membuat aksesoris seperti pompom sedangkan ibunya senang menjahit tas, tapi dengan model-model simpel dan sudah banyak yang membuatnya. Kreatifitas Efrida untuk memadukan keduanya, menjadi karakter dari produk keluaran By Friday. Selain lebih nyaman dalam berdiskusi, berkolaborasi dengan ibu dirasa Efrida menjadikan pekerjaan lebih efektif dan efisien. “Sama ibu koordinasinya cepat, kalau ada produk yang perlu revisi juga bisa langsung dikerjakan. Selain itu karena keluarga, jadi bisa saling mengerti kalau misal aku sibuk atau ibu yang sibuk dengan pekerjaan lain” papar Efrida, sambil membuat pompom.

Berkarya bareng ibu, bukan berarti tidak bisa profesional
Efrida mengakui, bahwa mempertahankan profesionalitas khususnya soal deadline memang butuh trik tersendiri. Ia dan ibunya sama-sama memiliki profesi lain di luar By Friday. Akibatnya, kadang saling kewalahan menghadapi permintaan konsumen yang semakin banyak. “Nah, kalau ibu lagi sibuk aku tidak bisa memberikan deadline. Tapi siasatnya, aku minta dibantu saudaraku di Solo yang juga bisa menjahit. Biasanya aku sudah siapkan bahan dan desain, jadi kualitas produk bisa tetap terjaga,” jelasnya. Selain itu, tentang desain baru atau keputusan ikut bazaar dan lain sebagainya, Efrida selalu berkonsultasi dengan ibu. Jadi, ia pun membagi tugas dengan job desc ibu sebagai pemroduksi, sedangkan ia mengurus marketing, finishing produk dan inovasi.

Mulai dari keluarga, lalu memberdayakan warga sekitar
Hampir dua tahun berdiri, saat ini By Friday memang secara utama dijalankan oleh Efrida dan Bu Alis. Tetapi, local brand ini perlahan mampu memberdayakan orang-orang di sekitarnya lho. Efrida bercerita bahwa saat ini pun ketika pesanan membludak, ia dibantu saudaranya, serta temannya yang juga membuka jasa menjahit. Kedepannya, Efrida dan ibunya berharap By Friday bisa memberdayakan warga sekitar rumahnya. Seperti saat bercerita mengenai keputusannya kedepan untuk tetap mempertahankan handmade product, “Kalau semakin besar permintaannya sepertinya tidak mampu dikerjakan sendiri, jadi aku ingin ajak orang di sekitarku. Di sini misalnya, banyak ibu-ibu yang belum kerja, kalau mereka bisa bantu, aku sebenarnya nggak apa-apa.” Pungkasnya.



Wah, senang ya melihat keunikan local brand satu ini. Bahkan, ketika Tim Folksy berkunjung, Efrida dan Bu Alis mengenakan baju dengan motif sama persis lho, haha sangat kompak, ya. Sukses terus By Friday! Kamu bisa lihat-lihat produk By Friday lewat akun Instagram @byfriday_ atau yang di Yogyakarta mengunjungi offline store nya di Daily Noon ya.


Interviewer: Angela Shinta
Photos: dokumentasi Folksy Magazine

You Might Also Like

0 comments

Subscribe