Jack Of All Trades, Master of None

11:41 AM


”Lowongan Kerja, Kualifikasi: Multi-talenta, mau belajar hal baru, terbuka pada perubahan.”

Satu atau mungkin beberapa dari kalian, pasti sering menemukan tulisan seperti di atas, khususnya saat mencari pekerjaan. Saking seringnya, akhirnya kamu parno dan berusaha memenuhi ‘tuntutan umum’ tersebut. Dibalut dengan rasa penasaran dan keinginan belajar yang tinggi, akhirnya kamu mempelajari ini dan itu, menjajal berbagai hal, sampai akhirnya skill dan pengetahuanmu seluas samudera. Selamat, kamu adalah “Jack Of All Trades, Master of None”.


Kamu pernah dijuluki sebagai Jack Of All Trades, atau baru sekali ini mendengarnya? Kiasan ini dipopulerkan oleh Robert Greene dalam “1592 booklet Greene’s Groats-Worth of Wit”. Pada umumnya, Jack of All Trades bermakna seseorang yang memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal dalam berbagai bidang, tapi tidak menjadi ahli atau “master” dalam apapun. Kata “Jack” diambil dari terminologi playing cards dan memiliki makna orang-orang pada umumnya. Singkatnya, di segala bidang kamu cuma jack aja, mengerti dan bisa melakukan banyak hal tapi nggak pernah jadi king.

Hmm, lalu apakah hal ini benar-benar terjadi di dunia nyata? Ya, tentu saja. Coba lihat sistem pendidikan di Indonesia secara umum. Kita dituntut mempelajari banyak hal, dari mulai ilmu sosial sampai ilmu alam. Belum lagi kalau bicara soal bekerja, kadang statusnya apa, job desc-nya apa, yang dikerjakan apa? Tapi, tentunya kita memang tidak boleh menutup diri dengan hal baru kan, takutnya nanti ketinggalan zaman.


If I am the one of them, is it always that bad? Inilah kekhawatirannya. Beberapa orang menganggap Jack Of All Trades adalah sesuatu yang negatif, bisa ini dan itu tapi tidak cukup ahli dalam apapun. Namun, tidak sedikit juga yang berpikiran lebih luas dan menganggap Jack Of All Trades adalah masternya integrasi (menggabungkan). Sebenarnya, mereka dapat dikatakan lebih bersifat “generalis” daripada “spesialis”, di situlah poinnya. Mungkin, karena ada embel-embel “Master of None” jadi terkesan negatif, tetapi jika mau melihat peluang lebih luas, sebenarnya positif atau negatifnya tergantung pada konteks. Keuntungannya, Jack Of All Trades dapat mengerti berbagai kemampuan berikut kesulitan dan kelebihan di dalamnya, sehingga ia mampu menggabungkan orang yang tepat dengan bidang yang berbeda-beda dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama.

Bagaimana, apakah kamu berpikir kalau dirimu salah satu dari Jack Of All Trades di dunia ini? Tanyakan pada dirimu, apakah kamu mau menjadi seseorang yang generalis, atau spesialis pada bidang tertentu saja. Jika masih ragu, coba tanyakan lagi pada diri sendiri, “What are you best at?” Ketika kamu bisa menjawabnya dengan pasti, yah setidaknya tidak perlu terlalu cemas. Apapun dirimu, kuncinya adalah memaksimalkan potensi diri.


 




Writer: Angela Shinta
Artikel ini pernah dipublikasikan di majalah Folksy edisi 16
Foto: dokumentasi Folksy Magazine

You Might Also Like

0 comments

Subscribe