Memaknai Liburan Sebagai Rasa

8:54 PM

"Aduh kayaknya aku butuh liburan nih!" siapa yang sering berkeluh kesah seperti ini? dan liburan yang dimaksud tersebut tentu bepergian ke suatu tempat wisata, leyeh-leyeh sembari jajan dan jalan-jalan. Bener nggak? Nah, sayangnya untuk beberapa orang termasuk diriku sendiri, hal itu menjadi agak susah karena aku adalah seorang pekerja lepas yang tidak memiliki jam kerja tetap dan kadang bekerja meskipun tanggal merah maupun akhir minggu. Menanti "masa libur" menjadi tidak semudah orang kantoran yang juga menantikan akhir minggunya (itupun kalau nggak lembur ya hehe). 

Yah sama seperti itu dulu pandanganku terhadap liburan. Sekarang semua telah berubah. Aku mulai memaknai "libur" dengan lebih sederhana. Artikel yang ditulis oleh Ika Vantiani di majalah Folksy edisi 11 yang berjudul "Liburan Itu Rasa, Bukan Masa" membuatku lebih mengerti tentang liburan untuk diriku sendiri. 


Seperti ini sedikit kutipan di artikelnya:

"Tapi liburan, aku bisa lakukan kapan saja karena untukku hari ini liburan adalah jeda. Ia bukan sesuatu yang mesti panjang, berhari-hari dan keluar dari rutinitasku setiap hari. Ia adalah berbagai kegiatan yang tujuannya menjadi jeda dari rentetan kegiatanku setiap hari. Bisa kecil, besar, tidak terduga, juga repetisi. Tak masalah, yang penting rasanya. Cara menikmatnya. Jadi kalau ditanya, apa liburanku hari ini? Berjalan kaki di taman sambil memotret tanaman yang bergerak-gerak tertiup angin, memberi makan burung-burung gereja yang beterbangan mengelilingi atap rumah, mendengarkan album terbaru Justin Bieber sambil menyanyi keras-keras dan joget-joget, mewarnai kuku karena sudah mulai bocel-bocel, juga membaca buku puisi buatan teman satu kantorku dulu."

Oh iya liburan itu bisa sederhana seperti itu ya? Iya benar juga ya, setiap aku menyempatkan waktu sebentar untuk memandang awan di langit saja aku sudah merasa sedang berlibur kemana gitu. Tenang, tidak melakukan apa-apa, tidak memikirkan apa-apa, hanya merasakan hembusan angin, menarik nafas panjang merasakan udara yang tidak biasa aku nikmati dengan perlahan, melihat awan bergerak pelan, melihat burung terbang kian kemari. Enak sekali. Setelah itu aku bisa tersenyum lagi, merasa sudah refresh, dan semangat berkegiatan lagi. Sungguh perasaan yang menyenangkan.

Ternyata liburan buatku hanya seperti itu, dan mungkin akan lebih banyak rasa liburan lagi yang kulakukan disela pekerjaanku. Sama kan seperti yang ingin kalian lakukan di tempat berlibur? Ingin benar-benar menikmati waktu santai di saat itu juga. Liburan nggak harus fancy, pergi ke tempat wisata, atau menginap di hotel mahal dan bagus. Yang paling penting badan dan pikiran kita bisa istirahat dan kembali segar. Dan kalau kita bisa mengambil waktu sebentar untuk merasakan liburan seperti itu kenapa tidak? kenapa harus galau menunggu masa libur? Iya nggak?

Lagipula, liburan akan menjadi tidak ada maknanya jika dilakukan pada "masa libur" di tempat yang sudah diimpikan sejak lama, tetapi kita malah belum bisa menikmati "rasa libur" itu sendiri. Misalnya, ketika kita sudah mendapat waktu libur, dan bisa berlibur, eh pikiran kita masih di pekerjaan, berkutat dengan smartphone untuk membalas chat kerjaan, masih bawa laptop untuk mengerjakan sesuatu, atau malah melakukan sesuatu yang akhirnya membuat badan kita capek banget setelah berlibur. Lho gimana ya, bukannya berlibur itu pengen istirahat dan recharge badan, tapi kok malah jadi tambah capek dan kurang bersemangat untuk beraktivitas lagi?  Liburan ternyata bisa kok dilakukan dimana saja, kapan saja, karena sebenarnya kita hanya membutuhkan "rasa berlibur" bukan "masa berlibur".  Bukankah lebih menyenangkan jika memaknai libur seperti itu? Bagaimana dengan kalian. apa liburan kalian hari ini?


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe