Yuk Berkebun!

10:12 AM

Akhir-akhir ini aku sedang asyik dengan hobi baruku, yaitu berkebun. Dulu aku juga sempat ragu karena tiap aku mencoba menanam sesuatu pasti ujung-ujungnya mati tanamannya. Orang bilang aku "bertangan panas", jadi tanaman apa aja yang dipegangnya selalu mati. Tapi hal ini sempat juga disanggah sama temenku, dibilangnya nggak ada itu yang "tangan panas" adanya karena belum ngerti aja how to treat the plants. Akhirnya, aku menantang diriku sendiri untuk mencoba menanam (yang akhirnya aku malah keterusan dan enjoy banget). Kini aku berhasil menanam, memang beberapa dari tanaman itu ada yang mati, tetapi banyak juga yang masih hidup. Jadi masih bisa dikatakan berhasil bukan? Dan benar saja aku langsung tidak percaya dengan istilah "tangan panas" lagi. 


Sebagai pemula dalam dunia bercocok tanam, aku memilih untuk menanam sayur sebagai tanaman pertamaku. Kenapa memilih sayur? karena aku suka kegiatan pas memetik buah atau sayur pas panen. Rasanya tuh seneng banget meskipun ada sayuran yang nggak aku makan tapi aku kasih ke orang lain. Alasan yang kedua, bisa dikonsumsi, seneng banget kan kalau pas kita mau masak sesuatu trus sayurnya tinggal metik aja (kebanyakan nonton Liziqi di Youtube), oh ya Liziqi memang salah satu Youtuber yang berhasil bikin aku mupeng dan mulai belajar menanam. Lalu alasan berikutnya, berkebun menjadi caraku untuk self healing. Banyak hal yang terjadi dan membuatku harus melewati masa-masa yang nggak menyenangkan, dan kegiatan menanam ini benar-benar menjadi langkah awalku untuk beraktivitas kembali, dan bangkit kembali. 

Oke lanjut, sayur yang aku pilih untuk ditanam kebanyakan berasal dari dapur. Iya kalian nggak salah baca, dari dapur. Jadi kalau misalnya mau masak, aku sisakan sedikit untuk aku ambil bijinya dan dijemur dulu untuk kemudian ditanam. Tanaman itu yang sehari-hari kita jumpai dan gunakan untuk memasak, yaitu tomat, cabe, dan paprika. Lalu sisa tanaman sayurnya yang lain aku dapat dari biji dikasih teman yaitu bayam dan kangkung. Kalau kalian juga pemula sepertiku dan sedang bingung cari tanaman yang ingin ditanam dan mudah untuk ditanam, coba deh menanam sayur yang aku sebutkan tadi. Kalau sudah bisa merawat tanaman dan panen, kalian bisa lanjut menambah beberapa jenis sayur yang lebih banyak lagi untuk coba ditanam. 

Banyak pelajaran yang bisa aku dapat dalam proses menanam ini. Aku jadi belajar bersabar, karena untuk tumbuh mereka butuh waktu. Lalu aku juga menjadi lebih nggak mudah menyerah, nah jadi ini semua karena aku sempat menanam tomat. Aku menanam banyak sekali tapi waktu itu hanya tumbuh dua tanaman saja, awalnya sih kecewa kok bisa yang lain nggak tumbuh juga tapi setelah itu aku menjadi semakin penasaran, aku mulai menanam lagi dong tomatnya. Sekarang aku punya 14 tanaman tomat (yang sebenarnya lebih sih tapi aku lalai, banyak yang mati tergerus air hujan karena aku lupa memindahkannya ke tempat yang teduh. Jogja sedang sering hujan lebat akhir-akhir ini). Pelajaran selanjutnya, aku jadi mulai bisa menghargai diriku sendiri, yaitu jadi tahu makanan apa yang harus aku konsumsi, yang sehat untuk tubuhku, dan mana yang tidak. Pelajaran yang terakhir, aku jadi tahu bahwa menanam itu butuh tanggung jawab. Tanggung jawab untuk merawat, dan mengkonsumsinya. Jangan sampai terbengkalai atau akhirnya dibuang dan dibiarkan busuk karena kebanyakan. Atau malah kita menanam sayur dan buah yang kita sendiri nggak suka makannya, lebih baik jangan deh. Mubazir banget, sayang kan. Tanam apa dan seberapa banyak yang bisa kita pertanggungjawabkan.

Oke, jadi mulai sekarang di blog ini kalian tidak hanya akan mendapat topik tentang DIY dan bisnis kreatif, tetapi akan ada topik atau update tentang proses berkebunku yaitu permaculture garden (bahasa kerennya). Semua kumpulan postingan tentang kebunku bisa dilihat di page berjudul: GARDEN. Semoga menginsprasi ya :)


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

Subscribe